You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pemeriksaan Kandungan Takjil di Jalan Karya Utama
photo Tiyo Surya Sakti - Beritajakarta.id

Ini Hasil Pemeriksaan Kandungan Takjil di Jalan Karya Utama

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan bersama Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Jakarta masih menemukan takjil yang mengandung zat berbahaya di Jalan Karya Utama, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

"Menjadi perhatian serius"

Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Ali Murthadho mengatakan, terdapat 39 varian sampel makanan yang diambil untuk diuji dari lokasi tersebut. 

Takjil di Jalan Semangka Dinyatakan Aman Konsumsi

Menurutnya, berdasarkan hasil uji laboratorium diketahui ada tiga sampel yang positif mengandung zat berbahaya Formalin, Boraks, dan Pewarna Tekstil.

"Hasil pengawasan kemarin menjadi perhatian serius karena zat-zat sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang masih ditemukan," ujarnya, Kamis (5/3).

Ali menjelaskan, para pedagang langsung diberikan teguran agar tidak lagi menggunakan atau membeli bahan baku dari produsen tersebut.

Kemudian, Ali meminta kepada BBPOM di Jakarta untuk menelusuri asal produsen bahan makanan tersebut untuk mengambil tindakan hukum lebih lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Kami lakukan ini bertujuan menyosialisasikan sekaligus mengedukasi masyarakat dan pedagang mengenai risiko penggunaan zat berbahaya pada makanan," terangnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Kelompok Substansi Informasi dan Komunikasi BBPOM di Jakarta, Evi Citraprianti mengingatkan, dengan beragamnya jenis takjil yang dijual, masyarakat selaku konsumen perlu lebih teliti dalam memilih makanan. 

Masyarakat harus mengenali makanan sebelum dikonsumsi seperti melakukan pengecekan warna makanan. Jika warna makanan terlihat sangat terang atau mencolok, terdapat dugaan kuat adanya penambahan zat pewarna tekstil seperti Rhodamin B atau Metanil Yellow.

Kemudian, terkait rasa makanan yang pada produk kerupuk atau gorengan, jika terasa getir atau meninggalkan rasa pahit di lidah, kemungkinan besar produk tersebut mengandung Boraks.

Terkait tekstur makanan terutama pada produk seperti tahu atau olahan mi, Evi membeberkan, jika terasa sangat keras dan tidak mudah hancur, patut diduga mengandung Formalin sebagai pengawet.

"Kami minta masyarakat harus senantiasa meningkatkan kewaspadaannya dan peduli terhadap yang dikonsumsi agar kesehatan tetap terjaga selama menjalankan ibadah puasa," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Bangunan Arena Padel di Kembangan Disegel

    access_time09-03-2026 remove_red_eye6698 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

    access_time12-03-2026 remove_red_eye5713 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Atasi Sampah, Pemprov DKI Usulkan Pembangunan Tiga PLTSa

    access_time12-03-2026 remove_red_eye1338 personDessy Suciati
  4. PT Pembangunan Jaya Ancol Berkolaborasi Santuni 2.000 Mustahik

    access_time08-03-2026 remove_red_eye1218 personAnita Karyati
  5. Pemprov DKI dan BPOM Intensifkan Pengawasan Keamanan Pangan

    access_time09-03-2026 remove_red_eye1108 personNurito